Kriteria Pendamping Sempurna dalam Agama Islam

7 Tujuan Pernikahan serta Kriteria Pendamping Sempurna dalam Agama Islam, Tujuan pernikahan ataupun perkawinan bagi agama Islam dapat kalian amati dari Al- Qur’ an serta Hadis. Pernikahan dapat membuat hidup seorang jadi lebih baik asalkan dijalani dengan menjajaki ajaran Nabi Muhammad SAW.

Pernikahan ataupun perkawinan membuat seseorang muslim bebas dari hal- hal yang dilarang oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

” Wahai para pemuda, bila kamu sudah sanggup, hingga menikahlah. Sangat menikah itu lebih menentramkan mata serta kelamin. Untuk yang belum sanggup, hingga berpuasalah sebab puasa dapat jadi tameng menurutnya.”( HR. Bukhari Nomor. 4779).

Tujuan pernikahan tidak cuma buat hidup bersama di dunia, tetapi pula mempersiapkan kehidupan di akhirat nanti. Menikah pula jadi pembuka peluang buat memperoleh kemuliaan dari Allah SWT serta beribadah lebih banyak kepadaNya.

Pernikahan ataupun perkawinan dalam Islam dinilai selaku suatu jalinan yang kuat serta suatu komitmen yang merata terhadap kehidupan, warga, serta manusia buat jadi seorang yang terhormat. Berikut Liputan6. com rangkum dari bermacam sumber, Selasa( 1/ 3/ 2022) tentang tujuan pernikahan.

Penyempurna Agama

Tujuan pernikahan dalam Islam yang awal merupakan selaku penyempurna agama. Pernikahan ialah salah satu metode buat menyempurnakan agama. Dengan menikah hingga setengah agama sudah terpenuhi. Jadi salah satu dari tujuan pernikahan yakni mennyempurnakan agama yang belum terpenuhi supaya terus menjadi kokoh seseorang muslim dalam beribadah.

Rasullullah Shallallaahualaihi wasallam bersabda:

” Apabila seseorang hamba menikah hingga sudah sempurna setengah agamanya, hingga takutlah kepada Allah SWT buat setengah sisanya”( HR. Al Baihaqi dalam Syuabul Iman).

Menjajaki Perintah Allah SWT

Tujuan pernikahan dalam Islam yang sangat utama merupakan melaksanakan perintah Allah. Ini cocok dengan ayat Al Quran yang berbunyi:

” Serta kawinkanlah orang- orang yang sedirian diantara kalian, serta orang- orang yang layak( berkawin) dari hamba- hamba sahayamu yang lelaki serta hamba- hamba sahayamu yang wanita. Bila mereka miskin Allah hendak memampukan mereka dengan kurnia- Nya. Serta Allah Maha luas( pemberian- Nya) lagi Maha Mengenali.”( QS. An- Nur Ayat 32).

Melakukan Sunah Rasul

Tujuan pernikahan berikutnya yakni melakukan sunah rasul, selaku panutan dalam melaksanakan kehidupan. Tetapi selaku seseorang muslim pasti saja kita mempunyai panutan dalam melaksanakan kehidupan tiap hari. Pernikahan ialah salah satu sunnah dari Rasulullah. Perihal ini senada dengan sabda Nabi Muhammad SAW berikut:

Maksudnya:” Dari Aisyah r. a., dia mengatakan, Rasulullah saw. bersabda,“ Menikah itu tercantum dari sunahku, siapa yang tidak mengamalkan sunahku, hingga dia tidak menjajaki jalanku. Menikahlah, sebab sangat saya membanggakan kamu atas umat- umat yang yang lain, siapa yang memiliki kekayaan, hingga menikahlah, serta siapa yang tidak sanggup hingga hendaklah dia berpuasa, sebab sangat puasa itu tameng menurutnya.” HR. Ibnu Majah.

Melindungi Diri dari Hal- Hal yang Dilarang

Dalam Islam, pernikahan ialah perihal yang mulia, sebab pernikahan ialah suatu jalur yang sangat berguna dalam melindungi kehormatan diri dan bebas dari hal- hal yang dilarang oleh agama. Perihal ini cocok dengan HR. Muslim Nomor. 1. 400 di mana Rasullullah Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda:

” Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kamu berkemampuan buat menikah, hingga menikahlah, sebab nikah itu lebih menundukkan pemikiran, lebih membentengi farji( kemaluan). Serta barangsiapa yang tidak sanggup, hingga hendaklah dia shaum( puasa), sebab shaum itu bisa membentengi dirinya.”

Serta sasaran utama tujuan pernikahan dalam Islam yakni buat menundukkan pemikiran dan membentengi diri dari perbuatan keji serta kotor yang bisa merendahkan martabat seorang. Dalam Islam, suatu pernikahan hendak memelihara dan melindungi dari kehancuran dan kekacauan yang terdapat di warga.

Jadi Pendamping yang Bertakwa

Tujuan pernikahan dalam islam selanjutnya yakni jadi pendamping yang bertakwa. Pernikahan sanggup menghasilkan insan bertakwa yang hendak memperjuangkan nilai- nilai kebaikan bersama. Dikutip dari Tebuireng Online, menikah berpotensi membuat sesuatu pendamping senantiasa bernaung atas limpahan rahmat- Nya.

Tidak hanya itu, menikah pula bisa mencetak generasi generasi yang bisa menghasilkan ketenangan lahir serta batin. Dalam Al- Quran ada doa yang menggambarkan tiap pendamping mau mempunyai keluarga yang diharapkan. Berikut maksudnya:

” Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri- isteri kami serta generasi kami selaku penyenang hati( kami), serta jadikanlah kami imam untuk orang- orang yang bertakwa.”( QS. Al- Furqon ayat 74).

Mendapatkan Keturunan

Cocok dengan Surat An Nahl Ayat 72, Allah SWT sudah berfirman, yang maksudnya:

” Serta Allah menjadikan bagimu pendamping( suami ataupun isteri) dari tipe kalian sendiri serta menjadikan anak serta cucu bagimu dari pasanganmu, dan memberimu rizki dari yang baik. Kenapa mereka beriman kepada yang bathil serta mengingkari nikmat Allah?”

Hingga bisa dilihat tujuan pernikahan dalam Islam yang lain yakni buat mendapatkan generasi. Pastinya dengan harapan generasi yang diperoleh yakni generasi yang saleh serta salehah, supaya bisa membentuk generasi berikutnya yang bermutu.

Membangun Generasi Beriman

Tujuan pernikahan bagi Al- Quran selanjutnya yakni membangun generasi beriman. Alasannya membangun rumah tangga islam yang harmonis, telah ikut dan membangun generasi muslim yang beriman supaya tidak terjalin kepunahan.

Perihal ini cuma dapat dicapai lewat pernikahan yang cocok dengan syariat agama Islam. Sebagaimana dalam salah satu surah Al- Quran berikut, maksudnya:

“ Serta orang- orang yang beriman, serta yang anak cucu mereka menjajaki mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, serta Kami tiada kurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Masing- masing manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”( QS. At- Thur ayat 21).

Dalam Islam juga terdapat ajaran gimana kriteria tentang calon pendamping sempurna. Berikut kriteria mencari pendamping sempurna dalam Islam:

1. Kafah bagi Islam

Pengaruh dari globalisasi, menjadikan warga berganti ke masa lebih modern serta pula materialisme. Tidak sedikit pula yang senantiasa mengaitkan gimana harta, peran, dan status sosial dari calon pendamping.

Tetapi dalam Islam, kafaah yakni kesamaan, kesepadanan ataupun sederajat dalam perihal perkawinan yakni menimpa tujuan perkawinan serta usaha buat mendirikan suatu rumah tangga dan pertimbangan menimpa agama pula wajib dicermati. Dalam Islam, kafaah diukur bersumber pada mutu iman serta takwa dan akhlak seorang. Bukan diatur dengan status sosial, peran dan harta.

2. Saleh ataupun Salehah

Buat membina suatu rumah tangga yang sakinah, mawadah serta warahmah, pastinya kalian butuh mencari pendamping yang saleh serta salehah. Selaku bonus Rasulullah menyarankan buat memilah seseorang perempuan yang produktif( banyak keturunannya) serta pula penyayang supaya bisa melahirkan generasi penerus umat.

Menikah bukan suatu perlombaan, hingga tidak butuh buat dipusingkan bila jodohmu belum mendatangi dikala ini. Membetulkan diri serta menaikkan ilmu pula butuh kalian jalani supaya siap dalam mengalami rumah tangga nantinya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.